Sunday, October 23, 2011

"He is My Brother"

Dear Bloggers,



Duuh bloggers,......sungguh saya sangat merasa risih dan tidak nyaman dengan berbagai pemberitaan yang terlalu membesar-besarkan soal kedekatan saya dengan kak Mudji yang merupakan kakak ipar saya. Padahal apa yang terlihat tidak seluruhnya persis sama dengan kenyataan sesungguhnya, atau boleh dibilang terlalu berlebihan dibanding dengan kenyataan/kondisi yang kami jalani sehari-hari sebagai keluarga yang solid.

Kak Mudji dan saya murni hanya terikat hubungan kekeluargaan yang hangat dan akrab. Kami terbiasa berkumpul bersama-sama untuk mengisi rumah saya semenjak ditinggal mas Adjie. Semua keluarga bergantian menemani saya agar lebih ramai sehingga dapat membantu mengurangi kesedihan saya. Tentu saja bukan hanya Kak Mudji yang menemani saya, melainkan banyak keluarga mas Adjie lainnya, seperti ibu dan paman nya mas Adjie yang khusus datang dari Belanda, serta kakak dan orang tua saya yang juga bergantian mengunjungi saya dan anak-anak. So, jika apa yang ditampilkan seolah-olah saya hanya selalu berdua dengan Kak Mudji itu sama sekali tidak benar adanya.

Saya sangat menghargai Kak Mudji dan keluarganya, terutama Natalie istrinya berikut anaknya. Kami selalu berusaha mensupport. Walaupun Natalie tidak selalu bersama kak Mudji ke Indonesia, namun kami masih berkomunikasi, dan secara khusus sudah saya jelaskan bahwa di Indonesia memang banyak gosip, berbeda dengan di Belanda. Alhamdulillah Natalie yang sempat bertanya-tanya tentang isu miring itu tersebut, bisa mengerti dan percaya akan penjelasan saya. Natalie juga memahami bahwa kak Mudji memang harus berada di Indonesia lebih sering dan dalam waktu yang agak lama karena merasa perlu untuk ikut menjaga Keanu dan saya, selain itu kak Mudji juga menerima beberapa tawaran pekerjaan di Indonesia.
Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada Natalie yang mau mengerti segala berita tidak sedap tersebut.

Terdapat beberapa alasan yang membuat saya lebih cenderung memilih kak Mudji untuk bersama kami, terutama Keanu. Sosok kak Mudji sudah tidak asing bagi anak-anak, terutama Keanu yang masih balita dan sangat membutuhkan figur laki-laki bagi perkembangannya. Kak Mudji sangat dekat dengan mas Adjie dan senang bermain bersama Keanu sehingga bisa membantu menghilangkan kesedihan anak-anak. Kebetulan kak Mudji lagi memliki banyak waktu berada di Indonesia, jadi beliau menyempatkan membantu saya menjaga Keanu.

Atau mungkin juga apa yang terlihat antara saya dan Kak Mudji dihubung-hubungkan dengan etika dan kaidah agama yang saya anut sekarang. Saya berusaha memahami jika kedekatan kekeluargaan kami dianggap kurang pada tempatnya jika dilihat dari sisi tersebut, dan tentunya sebagai mualaf sebisa mungkin saya akan berusaha mematuhi kaidah kepercayaan yang saya anut. Tetapi perlu juga saya sampaikan bahwa kami diikat oleh dua budaya yang berbeda yang melahirkan adat dan kebiasaan yang berbeda pula.

Kebetulan kak Mudji indo Belanda yang terkenal lebih terbuka dan ekspresif mengungkapkan sesuatu, sehingga baginya kehangatan dalam keluarga memang harus dijaga dan dipelihara walaupun mas Adjie sudah tidak ada. Saya yang asli Indonesia berusaha untuk memahami kebiasaan dan kultur budaya yang mereka.
Kapasitas kak Mudji bagi saya hanyalah sebagai sosok kakak yang ikut peduli dengan kami, terutama bagi motivator Keanu. Sosok kak Mudji bukan sebagai pengganti mas Adjie, namun hanya ikut membantu menghilangkan kesedihan saja seperti porsi keluarga yang lainnya.

Mas Adjie bagi saya tidak akan tergantikan, dan tidak ada satu orangpun yang bisa menggantikan mas Adjie dalam kehidupan saya. Cinta saya kepada mas adjie akan selamanya ada dalam hidupku dan Kak Mudji sangat memahami kekuatan cinta saya dan mas Adjie. Kak Mudji akan selalu menjadi kakak saya dan pamannya anak-anak. Terima kasih Kak Mudj, for being with me in my hardest time. I believe Mas Adjie is very happy seeing you taking care of me and the Children.
Darl, akan saya jaga cinta kita selamanya.....karena hanya kau yang kusayang.

Selamanya Cinta,


ASM


Friday, October 14, 2011

"Tabah ya saudara-saudaraku di Bali dan NTB"

Dear Bloggers,

Musibah kembali melanda negeri kita....dan Bali  yang cantik kembali menjadi porak poranda akibat gempa 6, 8 SR sampai dirasakan juga oleh saudara-saudara kita di NTB. Pilu menyelimuti saya lagi membayangkan kepanikan dan kedukaan dari peristiwa gempa kemarin, Kamis 13 Oktober 2011 pukul 10.16 WIT. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut, gempa berada di lokasi 9.89 Lintang Selatan dan 114.53 Bujur Timur. Pusat gempa berada pada jarak 143 kilometer arah Barat Daya, Nusa Dua, Bali dan pada kedalaman 10 kilometer.

Alhamdulillah sampai saat ini saya masih mendengar bahwa belum adanya korban jiwa akibat gempa tersebut. Mudah-mudahan saja tidak sampai ada korban ya bloggers....amiin, mari kita terus berdoa untuk keselamatan saudara-saudara kita di Bali dan NTB.

Semoga dengan kejadian alam ini, kita bisa mengambil hikmah yang berharga untuk masa yang akan datang. Diperlukan kesiapan siaga dan tanggap bencana dari masyarakat, diperlukan pula konsistensi untuk memelihara alam agar tetap lestari dan bersahabat dengan kita, serta sangat diperlukan juga ketaatan kita untuk selalu berlindung dan berserah diri pada yang Maha Kuasa agar tetap diberkahi dalam kehidupan ini.

Tetap tegar, tabah dan semangat ya saudara-saudaraku....
Tidak ada kesulitan yang abadi, jadi teruslah menapaki hari dengan langkah pasti.

Regards,

ASM

Wednesday, October 12, 2011

"Kian Erat dalam Halal Bihalal"

Dear Bloggers,

Walaupun lebaran sudah usai, namun bagi saya nafas silahturahim tidak akan pernah padam. Hakikat hubungan antar manusia memang terletak pada bagaimana kita dapat menjadi "SALING" antar sesama. Keikhlasan untuk saling memahami dan menguatkan dalam jalinan silahturahmi akan dapat membawa kita pada kerukunan dan kedamaian sejati.

Kerinduan akan kehangatan dari suasana silahturahmi tersebutlah, yang membuat saya tidak pernah bosan untuk mendatangi konstituen di daerah pilihan saya Jateng IV yang meliputi Magelang, Purworejo, Temanggung, Wonosobo, terlebih dalam suasana Idul Fitri tahun ini. Alhamdulillah saya masih diberi kesempatan untuk mengadakan Halal Bihalal dengan konstituen yang dipusatkan di Purworejo.

Acara halal bihalal yang diselnggarakan di balai desa dihadiri oleh pengurus anak cabang (PAC) Partai Demokrat Jawa Tengah, kalangan DPRD Jawa Tengah beserta unsur Muspida Jawa Tengah. Acara dilangsungkan dalam suasana santai, akrab dan penuh kehangatan. 

Bagi saya, halal bihalal merupakan acara yang tidak boleh dilewatkannya selepas Idul Fitri. Dengan mengunjungi langsung konstituen, saya mampu mendapatkan berbagai aspirasi lebih banyak serta dapat memantau langsung perkembangan konstituen. Acara halal bihalal merupakan moment perekat silahturahmi secara murni, walaupun melibatkan unsur PAC, DPRD dan kalangan Muspida namun jauh dari nuansa atau maksud-maksud politik. Semua bertemu, berbaur menjadi satu dan bermaafan. 

Ke depannya, insyaAllah saya akan tetap mempertahankan tradisi rutin halal-bihalal tersebut agar silahturahmi semakin erat. Amiin


Salam,

ASM

Thursday, October 6, 2011

"Menata otonomi kampus melalui RUU Pendidikan Tinggi"

Meraih Mimpi melalui Pendidikan Tinggi
Dear bloggers,

Sekarang RUU Pendidikan Tinggi sedang hangat-hangatnya menjadi pembahasan di Komisi X DPR RI bersama-sama Kementerian Pendidikan Nasional. Saya sebagai anggota komisi X ikut berupaya dan berdoa agar pembahasan menghasilkan keputusan lebih cepat dalam suasana lancar, aman dan terkendali bagi lahirnya UU Pendidikan Tinggi yang mampu menjadi payung bagi hak dan pengelolaan Perguruan Tinggi di Indonesia.

Sejak dibatalkannya UU BHP, permasalahan pendidikan tinggi dirasa memerlukan perhatian khusus agar kedudukan, hak, kewajiban dan tanggung jawabnya bagi pengembangan dunia pendidikan semakin tertata serta terjaga untuk menghasilkan pendidikan tinggi berkualitas. Pendidikan tinggi akan berkualitas jika memiliki sejumlah kompetensi khusus, seperti dari jurusan atau bidang kajian studi yang dimiliki serta gelar-gelar yang pantas untuk bidang keilmuan tersebut.

Hal ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perguruan tinggi yang berada disetiap daerah di Indonesia. Faktor alokasi pun harus disesuaikan dengan kemampuan universitas dan dibagi rata antara perguruan tinggi negeri dan swasta, sehingga dapat mengarahkan kepada pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan tinggi. Selain itu faktor tata kelola perguruan tinggi, serta kualitas tenaga pendidik juga menjadi perhatian dalam menjamin keberlangsungan pendidikan tinggi baik negeri maupun swasta.

Oleh karena itu dengan berbagai alasan dan kebutuhan masing-masing perguruan tinggi, maka otonomi pendidikan tinggi merupakan salah satu isu terpenting yang dibahas dalam RUU Pendidikan Tinggi ini. Otonomi dipandang dapat menjamin keleluasaan gerak perguruan tinggi untuk menata sistem organisasinya, namun bukan berarti otonomi diartikan tanpa kendali dan dilepas sendiri. Status otonomi pun tidak bisa diberikan pada semua perguruan tinggi di Indonesia, melainkan harus melihat sepak terjang perguruan tinggi tersebut. Perguruan Tinggi yang telah terbukti ternama, besar dan kuat kemungkinan akan dapat menjadi otonom. Namun bukan pula membuat pemerintah lepas tangan pada perguruan tinggi yang telah berstatus otonom, karena pendidkan adalah tanggung jawab negara guna mencerdaskan kehidupan bangsa dengan
memberikan pendidikan secara layak dan merata.

Maka dari itu status perguruan tinggi nantinya akan terdiri dari yang berstatus otonom, semi otonom dan otonomi terbatas, dengan disesuaikan pada kebutuhan, kesiapan dan kekokohan perguruan tinggi tersebut. Status ini juga nantinya diharapkan dapat membuka peluang kepada masyarakat untuk membantu memberikan insentif kepada perguruan tinggi yang dianggap otonom agar kualitas perguruan tinggi dapat terus terjaga dan mampu mengerem bahkan menutup praktik-praktik perekrutan mahasiswa yang hanya bersandar pada kemampuan membayar tinggi biaya penddidikan. RUU Pendidikan Tinggi ini dibahas dengan tetap mengutamakan tujuan jaminan kualitas pendidikan tinggi yang bermutu serta terjangkau untuk mahasiswa kurang mampu.

Mohon doanya ya  bloggers, agar RUU ini cepat selesai sehingga cepat disahkan, agar Pendidikan Tinggi negeri ini memiliki kaidah-kaidah yang mengikat dan bermanfaat bagi pengelolaan perguruan tinggi di Indonesia, serta mampu menjamin kemudahan pembiayaan bagi seluruh warga negara, terutama golongan masyarakat kurang mampu sehingga pemerataan pendidikan yang berkualitas bagi semua lapisan masyarakat dapat tercapai. Amiin

Dengan edukasi tinggi, mari kita menggapai mimpi !!

Regards,

ASM

Wednesday, October 5, 2011

"Selamat Ulang Tahun Purworejo"


Dear Bloggers,

Tulisan kali ini adalah tentang rasa syukur saya atas pertambahan usia Kab. Purworejo yang ke 1110. Selamat  Ulang Tahun semoga semakin maju dalam segala bidang. Amiin.
Kota Purworejo bagi saya sangat istimewa karena merupakan daerah pilihan saya di Jateng IV yang ikut menghantarkan saya kembali mengemban amanah di DPR RI. Terima  kasih atas segala support dan aspirasi selama ini, semoga kita bisa terus berjuang bersama-sama mewujudkan cita-cita. Amiin

Sebagai kota tertua, Purworejo banyak menyimpan aset berharga dan tentunya tokoh-tokoh yang banyak mencetak sejarah. Kota ini merupakan kota asal ibu negara, asal pencipta lagu Indonesia Raya dan Jend. A. Yani.

Salah satu aset berharga dan istimewa yang tersimpan di kota ini adalah bedug Pendowo yang merupakan bedug terbesar di dunia. Bedug ini terletak di serambi Mesjid Agung Darul Muttaqin di pusat Kota Purworejo dan dibuat pada masa Bupati I Purworejo Cokronegoro I tahun 1835. Ternyata sudah lama juga ya bloggers....

Bagi saya bedug Pendowo ini merupakan objek wisata yang sangat potensial untuk Purworejo karena sangat langka dan unik. Dengan diameter 1,94 meter, terbuat dari kulit banteng dan dari kayu jati gelondongan utuh dengan panjang 2, 92 m, bedug ini dapat menjadi perhatian khusus bagi yang melihatnya. Gaungnya yang besar pasti akan dapat memecah senja dan membangkitkan hasrat beribadah bagi Umat Islam.


Semoga di hari jadinya, Purworejo makin maju dalam berbagai bidang, masyarakat dan pemerintah daerahnya juga semakin mampu menjaga berbagai aset-aset penting termasuk bedug Pendowo, karena hanya dengan ikut melestarikan aset budaya, kita sudah ikut memelihara martabat bangsa dan negara.


Semangat membawa nikmat bagi Indonesia yang makin menguat. Bravo Purworejo!!

Salam,

ASM

Monday, October 3, 2011

"Orang Utan Sahabat Kita"

Dear Bloggers,


Sangat  menyesakkan dada, ketika saya mendengar telah terjadi pembantaian orangutan baru-baru ini, di desa Puan Cepak, kec. Muara Kaman, kab. Kutai Kertanegara Kaltim oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan tidak punya nurani. Kejadian ini, semakin mempertegas bahwa binatang eksotis yang secara genetis memiliki kemiripan hingga 97% dengan manusia ini, belum bisa hidup tenang dan  damai di muka bumi pertiwi. Bahaya selalu mengintai kehidupan dan kelangsungan mereka, karena ketamakan manusia yang melihat kepentingan ekonomi selalu berada di atas segalanya.

Paradigma seperti ini sudah barang tentu sangat berbahaya, karena menampikkan asas keseimbangan dan harmoni sebagai sebuah sistem dalam pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development), dimana asas kesetaran, keadilan dan kepedulian menjadi acuan utama.

Keberadaan Orangutan harus kita lihat sebagai karunia Illahi yang diberikan Tuhan kepada bangsa kita sebagai bagian dari kehidupan kita semenjak bangsa ini mulai hidup dan berkembang di bumi pertiwi.. Ia harus kita lihat dan kita perlakukan sebagai sebuah keunggulan komparatif dan memiliki “nilai” tersendiri, sehingga tidak dipandang sebagai penghambat pembangunan, tetapi menjadi pendorong bagi  lajunya pertumbuhan ekonomi. Tanpa perubahan sudut pandang, maka keberadaan Orangutan akan selalu tetap dipandang sebagai sebuah ancaman, terutama dikalangan pelaku bisnis kelapa sawit yang nyata- nyata telah menghilangkan hutan-hutan yang selama ini menjadi rumah dan tempat tinggal mereka.

Dengan kejadian ini, saya sebagai Duta Orang Utan kembali menegaskan bahwa peran dan fungsi Orangutan tidak hanya sebagai penyeimbang alam untuk kelestarian alam, tetap lebih dari itu, sebagai “warga Negara” dia juga berhak untuk hidup aman dan damai di negeri ini. Terlebih keberadaan Orang Utan sebagai satwa liar sudah dilindungi Undang-Undang melalui No. 5 tahun 1990 tentang Perlindungan terhadap Satwa Liar yang telah dilindungi. Sehingga saat ini saya sangat menghimbau agar pemerintah dan aparatnya segera mengambil tindakan tegas dengan menegakkan Perundang-undangan yang berlaku kepada mereka yang bersalah baik secara pribadi maupun institusi, agar kejadian semacam ini tidak terulang kembali. Efek jera dan penghormatan terhadap atas UU harus ditegakkan agar tercipta suatu masyarakat yang adil dan beradab, sebagaimana diamanatkan dalam UUD Negara kita. 

Mari kita dorong, agar para penegak hukum, di Kutai Ketanegara segera mengambil langkah-langkah progresif, sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Selebihnya sebagai sesama mahluk Tuhan, emansipasi dan partisispasi terhadap keberlangsungan, satwa liar yang hampir punah ini, harus kita tingkat melalui berbagai upaya nyata seperti sosialisasi yang tiada henti. Fakta Orangutan telah menjadi bagian dari kehidupan kita, baik dimasa lalu, dimasa kini maupun dimasa yang akan datang, harus kita pegang teguh sampai kapanpun juga. Mari Selamatkan Orangutan, sekarang juga.

Save Orang Utan!

Regards,


ASM

"Sakti Pancasilaku, Abadi Bangsaku"


Dear Bloggers,
Hari kesaktian pancasila kembali menyapa di awal Oktober ini. Selamat hari Kesaktian Pancasila ya....
Makin banyak hal yang bisa kita lakukan bagi bangsa ini untuk bisa menjaga kesaktian pancasila. Semua persoalan bangsa ini saya rasa akan bisa lepas jika kita memaknai  dan mengimplementasikan dengan dalam butir-butir pancasila. Semua sila-sila dalam pancasila menggambarkan bagaimana karakter kita yang sesungguhnya sebagai bangsa Indonesia. Semoga nilai-nilai pancasila tetap terpatri dalam diri kita ya bloggers...

Problema kita sebagai bangsa dan sebagai pribadi akan selalu ada selama bumi berputar dan usia masih mengakar, namun untuk bisa menjaga kesaktian pancasila itu sebenarnya bukanlah semudah membalikkan telapak tangan. Beberapa kali belakangan ini pancasila sempat menjadi pembahasan panjang, dari mulai tuntutan agar dikembalikannya kurikulum pancasila dalam proses pendidikan sampai kepada penodaan nilai-nilai pancasila dengan berbagai peristiwa seperti ingin mengganti pancasila, membentuk negara sendiri di dalam Indonesia, memisahkan diri keluar dari Indonesia sampai kepada menyulut perpecahan dan membangkitkan kebencian antar budaya dan agama melalui aksi anarkis maupun terorisme. Semuanya saya rasa perlu dibenahi dan momentum hari kesaktian pancasila ini merupakan saat yang tepat untuk kemabli merenungi arti penting dan saktinya pancasila bagi kita.

Pancasila dianggap sakti karena dalam lima butir sila-sila itu sudah terkandung semua karakter, watak, budaya dan komitmen kita sebagai bangsa yang besar. Kita diajarkan untuk percaya kepada keyakinan dari Tuhan dan saling menghargai setiap perbedaan yang ada. Kita diajarkan untuk menghormati hak-hak manusia, diajarkan untuk senantiasa memelihara pesatuan dan kesatuan, menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara dengan adil merata bagi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.So dengan keseluruhan nilai-nilai sakti dari pancasila itu sudah selayaknya kita bangga dan sekuat tenaga ikut menjaga kelestariannya agar jangan sampai ternoda atau dinodai oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Banyak upaya yang bisa kita lakukan dalam menjaga kesaktian pancasila, seperti mengisi kemerdekaan ini dengan tindakan dan karya nyata yang bernilai positif mulai dari hal-hal terkecil. Saya pun selalu berusaha untuk membawa ruh pancasila dalam setiap nafas kehidupan saya. Bagi saya dengan tetap tenang menanggapi isu-isu negatif, memendam emosi dan berusaha tidak membalas setiap cacimaki, senantiasa berbagi dan memberi kepada yang membutuhkan, mendengarkan dan memperjuangakan setiap aspirasi masyarakat, serta tetap menjalankan pekerjaan dengan disiplin dan tanggung jawab adalah wujud pengakuan saya terhadap saktinya pancasila.

Dan saya yakin, untuk memaknai kesaktian pancasila itu semuanya harus dimulai dari diri sendiri, karena hanya dengan itu kita mampu menjadi bangsa yang berjati diri dan berdikari dalam berbagai lini, sehingga apapun masalah bangsa ini mampu menjadi tantangan bagi kita untuk menjaga kesucian dan kesaktian pancasila. Setuju kan bloggers?


Selamat Hari Kesaktian Pancasila....

Bravo Indonesia
Salam,

ASM